PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo [5105 100 039]

APAKAH PERMODELAN ANALISIS ITU
Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas pemodelan yang membawa kepada suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi dan representasi desain yang komprehensif bagi perangkat lunak yang akan dibangun. Model, analiss sebenarnya merupakan serangkaian model, merupakan representasi teknisyang pertama dari system. Elemen-elemen dari model analisis dapat digambarkan seperti gambar 1 disamping. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

lax1
[gambar 1]

► Entity Relationship Diagram (ERD) : Menggambarkan hubungan antara objek data.
► Data Flow Diagram (DFD) :
§ Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditranformasi pada saat data bergerak melalui sistem
§ Menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub fungsi) yang mentranformasi aliran data.
► State Transition Diagram (STD) :
Menunjukkan bagaimana sistem bertingkah laku sebagai akibat dari kejadian eksternal.
► Dekripsi setiap fungsi yang disajikan pada DFD diisikan dalam sebuah spesifikasi proses / process specification (PSSPEC)
► Informasi tambahan mengenai aspek kontrol dari perangkat lunak diisikan dalam Control Specification (CSPEC)
Namun dalam pembahasan kali ini hanya akan dijelaskan Data Flow Diagram secara detail. Mengingat luas-nya materi pembahasan mengenai permodelan analisis, dan diharapkan dengan spesifik-nya materi pembahasan, pembaca diaharapkan dapat memahami dengan baik mengenai Data Flow Diagram.

WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM a.ka DIAGRAM ALIRAN DATA?
DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan tranformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output.
DFD juga dikenali sebagai grafik aliran data atau bubble chart. Bentuk dasar dari suatu aliran data sebagai beikut:
lax2
[gambar 2]

DFD dapat digunakan untuk menyajikan sebuah system atau perangkat lunak pada setiap tingkat abstaksi. DFD dapat dipartisi ke dalam tingkat-tingkat yang merepresentasikan aliran informasi yang bertambah dan fungs ideal.
DFD tingkat 0, yang disebut juga dengan model sistem fundamenatasi atau model konteks, merepresentasikan seluruh elemen sistem sebagai sebuah bubble tunggal dengan data input dan output yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan. Proses tambahan (bubble) dan jalur aliran informasi direpresentasikan pada saat DFD tingkat 0 dipartisi untuk mengungkap setail yang lebih. Contohnya, sebuah DFD tingkat 1 dapat berisi lima atau enam bubble dengan anak panah yang saling menghubungka. Setiap proses yang direpresentasikan pada tingkat 1 merupakan subfungsi dari seluruh sistem yang digambarkan di dalam model konteks.

Prosedur atau konsumer informasi yang ada di luar bound sistem untuk dimodelkan

lax3
[gambar 3]

Transfer informasi (fungsi) yang ada di dalam bound sistem untuk dimodelkan

lax4
[gambar 4]

Objek data , anak panah menunjuk arah aliran data.

lax5
[gambar 5]

Repositori data yang disimpan untuk digunakan oleh satu atau lebih, proses dapat disederhanakan buffer atau queue. Atau serumit database relasional.

lax6
[gambar 6]

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada indikasi eksplisit dari urutan pemrosesan yang didukung oleh diagram tersebut. Prosedur atau urutan dapat menjadi implicit di dalam diagram, tetapi representasi procedural biasanya ditunda sampai desain perangkat lunak.
Seperti telah diacatat sebelumnya, masing-masing bubble dapat direfinasi atau dilapisi untuk menggambarkan lebih setail. Gambar dibawah menggambarkan konsep ini. Perhatikan, sebuah model fundamental untuk sistem F yang menunjukkan input utama adalah A dan awal ouput B. Kemudian kita menyaring model F ke dalam tranformasi f1 sampai f7. Catatlah bahwa kontinuitas aliran informasi harus dijaga, yaitu input dan output ke masing-masing penyaringan harus tetap sama. Konsep ini, yang sering disebut dengan balancing, esensial bagi pengembangan model konsisten. Penyaringan lebih jauh dari f4 menggambarkan detail di dalam bentuk transformasi f41 sampai f45. Lagi, input (X,Y) dan output (Z) tetap tidak berubah.
lax7
[gambar 7]

Perlu diperhatikan disini, sebuah DFD dapat disalahinterpresentasikan jika fungsinya tidak sesuai dengan diagram alir. Sebuah DFD menggambarkan aliran informasi tanpa representasi logika procedural yang eksplisit (misalnya kondisi atau loop).
Contoh Data Flow Diagram

lax9
[gambar 8]

1 Response to “PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo [5105 100 039]”


  1. 1 Alexis D'phoenix Januari 22, 2009 pukul 5:32 pm

    klo Product Flow Diagram kyk apa y..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS My Blog

  • Pindahan! Februari 13, 2012
    Para pembaca sekalian, mulai hari ini blog ini pindah ya.. alamatnya di www.handyeka.com Posting-posting terbaru akan muncul di alamat baru tersebut. Terima kasih :)
  • Selamat Tahun Baru 2012! Januari 26, 2012
    Selamat tahun baru 2012!! Bagaimana tahun 2011 yang baru saja kita lewati ini? pasti banyak up-and-down nya. Biasanya orang kalau ngomongin tahun baru mesti nanyain resolusi tahun baru, tapi kali ini saya ga mau nanya-nanya tentang resolusi, hahaha.. kenapa? karena … Continue reading →
  • Adele – Someone Like You Oktober 10, 2011
    Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta.. namun pada akhirnya Anda hanya bisa mengagumi dia yang Anda cinta karena Anda berdua sayangnya tidak bisa bersatu.. namun ia akhirnya bisa bahagia.. meskipun bukan bersama Anda.. Sakit.. dan penuh emosi jiwa pastinya.. tapi apakah … Continue reading →

RSS Recipee World

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Indonesia Travel Guide

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Music Info Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: