Konsep Manajemen Proyek, oleh M. Azis Effendi [5105 100 012]

Pengantar

Manajemen proyek perangkat lunak merupakan bagian yang penting dalam pembangunan perangkat lunak. Sekalipun tidak bersifat teknis seperti pengkodean, hal-hal dalam manajemen proyek PL ini mampu menentukan apakah proyek akan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan produk yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen adalah pengelolaan personel dan koordinasi tim, proses, pengukuran proyek-termasuk menentukan harga dari PL, penjadwalan dan sebagainya. Dalam pembahasan berikut, hanya sebagian kecil dari manajemen yang akan dibahas untuk memberi gambaran tentang hal-hal manajemen yang berlaku dan diterapkan dalam pembangunan PL.

Manajemen proyek Perangkat Lunak ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia, masalah dan proses. Dalam pekerjaan Perangkat Lunak faktor manusia sangat berperan penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan dalam model kematangan kemampuan manajement manusia ( a people management capability maturity model / PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim

Dasar-Dasar Organisasional

Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama.

Organisasi merupakan sistem maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :

1. Orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.

2. Tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau kedudukannya masing-masing.

4. Pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan (job) masing-masing sesuai dengan posisinya.

5. Teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.

6. Struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.

7. Lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang organisasi.

Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati.

 

Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :

1. Tujuan organisasi yang jelas

2. Tugas yang dilakukan harus jelas

3. Pembagian tugas yang adil

4. Penempatan posisi yang tepat

5. Adanya koordinasi dan integrasi

Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas (strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.

 

1. Manajemen tingkat bawah (operasional)

Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila diterapkan dengan benar.

Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.

Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan pengguna on-line terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi real-time

2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)

Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan produktivitas.

Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan membutuhkan sangat besar informasi real- time agar dapat melakukan pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai standar.

3. Manajemen tingkat atas (strategik)

Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing manajer operasional dan manajer tingkat menengah.

Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya adalah pengarahan dan perencanaan. Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi menjalankan tugas dan tujuan organisasi.

Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi perusahaan-perusahaan pesaing).

Manajemen Personel, Produk dan Proses

Manajemen proyek perangkat lunak mengatur 4 hal penting: personel, produk, proses dan proyek. Empat hal ini berurutan mulai dari yang paling penting. Personel merupakan mendapat tempat paling penting karena tanpa personel yang baik dan tepat maka 3 hal lain tidak bisa berjalan dengan baik.

 

Katagori Personel

Proses pembangunan Perangkat Lunak melibatkan banyak personel. Personel-personel ini digambarkan seperti pemain, dan dikatagorikan dalam 5 katagori pemain:

1. Manajer senior : yang menentukan usaha yang dikerjakan, dan pemegang keputusan dalam proyek.

  1. Manajer proyek (teknis)– pemimpin tim: yang membuat rencana,memotivasi, mengatur dan mengendalikan praktisi yang mengerjakan perangkat lunak
  2. Praktisi : yang mengerjakan perangkat lunak
  3. Klien : yang menentukan kebutuhan perangkat lunak dan pihak lain yang berkaitan dengan hasil produk
  4. Pengguna perangkat lunak : yang berinteraksi langsung dengan perangkat lunak yang dibangun.

Efektifitas kerja masing-masing personel di atas harus diusahakan oleh pemimpin tim. Pemimpin tim ini yang mengatur tim proyek agar dapat memberikan yang terbaik dari masing-masing personel.

Pemimpin Tim

Pemimpin Tim Perangkat Lunak disini adalah manager proyek. Seorang pemimpin tim diharuskan mempunyai ketrampilan memimpin yang cukup. Seseorang tidak menjadi pemimpin tim secara kebetulan tapi sungguh-sungguh karena punya kemampuan. Kemampuan yang dibutuhkan dalam kepemimpinan seperti:

  • Mampu memotivasi
  • Mampu berorganisasi : mengatur proses yang ada atau membuat yang baru dalam rangka mewujudkan ide/konsep menjadi produk
  • Mampu mendorong keluarnya ide-ide baru: memberi dorongan,
  • Menciptakan situasi yang kondusif untuk lahirnya ide baru
  • Mencari penyelesaian masalah (problem solving): mampu menganalisa masalah-masalah teknis ataupun manajemen/organisasi kemudian mendapatkan jalan keluar atau memotivasi anggota untuk mampu menyelesaikan masalah.
  • Akomodatif terhadap perubahan yang mungkin terjadi
  • Mampu menjadi manajer: menggunakan wewenangnya pada saat yang tepat, atau memberikan kebebasan pada anggota timnya jika diperlukan
  • Mampu menghargai kerja: menghargai hasil yang dicapai, ide yang dilontarkan dan pendapat yang diajukan oleh anggota timnya
  • Mampu mengenali tim: mampu “membaca” dan memahami anggota timnya.
  • Mampu memenuhi kebutuhan tim dan bertahan dalam tekanan yang tinggi.

 

Tim Perangkat Lunak (Software Team)

Struktur organisasi dalam tim ini bisa mengadaptasi dari banyak struktur organisasi yang sudah ada. Berikut beberapa pilihan pembagian tugas/penugasan yang bisa diterapkan untuk tim perangkat lunak yang terdiri dari n personel yang bekerja selama k tahun:

1. personel ditugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan sedikit tugas gabungan koordinasi adalah tugas dari manajer yang mungkin saja punya 6 proyek lainnya.

2. personel di tugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan m < n sehingga terbentuk tim informal. Pemimpin tim khusus perlu ada koordinasi antar tim adalah tanggung jawab manajer

3. personel dibagi menjadi sejumlah t tim. Tiap tim ditugaskan mengerjakan satu atau lebih tugas. Tiap tugas mempunyai struktur yang ditentukan sebelumnya bagi semua tim koordinasi dikendalikan oleh tim dan manager

Sekalipun masing-masing pilihan punya argumentasi sendiri-sendiri, namun dari pengamatan yang dilakukan, pilihan no 3 dianggap lebih produktif. Cara atau gaya manajemen, jumlah personel, tingkat kemampuan para personel dan masalah-masalah yang dihadapi tim menentukan bentuk struktur organisasi yang bisa diterapkan.

Team Perangkat Lunak mengumpulkan ide dan opini untuk rancangan teknis dan implementasi dari bermacam-macam audien termasuk vendor-vendor perangkat lunak. Solusi-solusi kandidat diidentifikasi dan dikelompokkan menurut berbagai macam kriteria. Perlu diperhatikan bahwa beberapa organisasi modern memiliki teknologi informasi dan standard arsitektur yang membatasi sejumlah kandidat solusi yang dipertimbangkan dan dianalisa.

Setelah solusi-solusi kandidat diidentifikasi, selanjutnya dievaluasi kelayakannya yang mencakup kelayakan teknis, operasional, ekonomi, jadwal, dan resiko. Kelayakan teknis mengevaluasi apakah solusi secara teknis dapat diterapkan, dan apakah staff memiliki keahlian teknis untuk merancang dan membangun solusi tersebut. Kelayakan operasional mengevaluasi apakah solusi memenuhi kebutuhan penguna, bagaimana solusi merubah lingkungan kerja pengguna, dan bagaimana perasaan pengguna dengan solusi tersebut. Kelayakan ekonomi mengevaluasi apakah keuntungan yang diperoleh dari solusi yang ditawarkan memberi manfaat yang lebih besar dari biaya untuk pengembangannya. Kelayakan jadwal mengevaluasi apakah solusi dapat dirancang dan diimplementasikan dalam periode waktu yang disediakan.

Kelayak resiko mengevaluasi seberapa besar tingkat keberhasilan implementasi denganmenggunakan pendekatan dan teknologi yang dipilih.

Team Perangkat Lunak akan melihat solusi yang paling layak, yakni solusi yang memberikan kombinasi terbaik dari kelayakan secara teknis, operasional, ekonomis, jadwal, dan resiko. Suatu solusi kandidat mungkin akan memberikan kelayakan terbaik pada kriteria tertentu. Namun, solusi kandidat yang dipilih adalah yang memberikan kelayakan terbaik untuk semua kriteria.

Semua kegiatan analisa diatas, dituangkan dalam dokumentasi yang disebut System Proposal, dokumentasi yang harus dihasilkan pada tahap ini.

Dokumentasi ini biasanya dilengkapi juga dengan Application Architecture.

 

Ada beberapa kemungkinan tanggapan dari Pemilik sistem terhadap system proposal

ini, yaitu :

Menyetujui dan mendanai proposal sistem untuk dilanjutkan ke tahap

perancangan dan konstruksi (termasuk kemungkinan memodifikasi

anggaran dan penjadwalan jika merubah cakupan secara signifikan).

Menyetujui dan mendanai satu dari alternatif solusi kandidat.

Menolak semua solusi kandidat dan membatalkan proyek atau

kembali dengan rekomendasi baru.

Bentuk lain dari proposal system adalah Request For Systsem Proposal (RFP). RFP dibutuhkan sebagai rekomendasi pembelian perangkat keras ataupun perangkat lunak sebagai solusi yang dipilih. Jadi ini berlawanan dengan sistem yang dibangun sendiri (in-house).

 

 

 

 

Contoh struktur organisasi tim adalah:

1. Democratic Decentralized (DD)

Tidak ada pemimpin yang permanen, koordinator ditunjuk untuk jangka waktu yang pendek, keputusan diambil berdasarkan konsensus bersama, komunikasi horizontal antar anggota tim (posisi sejajar semua) cocok untuk masalah yang sulit/rumit, cocok untuk proyek besar, tim cenderung awet dan bertahan lama, pekerjaan memuaskan, cocok untuk masalah yang modularitasnya rendah, perlu banyak waktu untuk menyelesaikan proyek,

2. Controlled decentralized (CD)

Pemimpin tim ditentukan, ada wakil pemimpin dan mereka berbagi tugas, penyelesaian masalah adalah tugas tim dan implementasinya dibagi di antara beberapa sub-tim oleh pemimpin, komunikasi horisontal di antara sub-tim dan di antara personel, komunikasi vertikal berdasarkan struktur hirarki sentralisasi untuk penyelesaian masalah, cocok untuk masalah yang sederhana, cukup cocok untuk proyek besar, masalah dengan modularitas tinggi, menghasilkan sedikit kesalahan

3. Controlled Centralized (CC)

penyelesaian masalah dikerjakan oleh pemimpin, pemimpin melakukan koordinasi internal tim, komunikasi lebih banyak vertikal antara pemimpin dan anggota tim cocok untuk masalah yang sederhana, melakukan penyelesaian, masalah lebih cepat, masalah dengan modularitas tinggi, menghasilkan sedikit kesalahan

 

 

Proses Pengukuran Perangkat Lunak

Metric dalam software engineering didefinisikan oleh IEEE Glossary of SE sebagai “ a quantitative mesaure of the degree to which a system, component, or process possesses a given attribute” atau artinya pengukuran secara kuantitatif pada tingkat sistem, komponen atau proses berdasarkan katagori yang ditetapkan.

a. Pengukuran berdasarkan ukuran

Pengukuran berdasarkan PL-PL yang sudah diproduksi/dibuat sebelumnya, lengkap dengan karakteristik lain seperti line of code (LOC), harga, waktu yang diperlukan pada tiap fungsi atau proyek yang dibangun, kesalahan (error) yang ditemukan. Dari total LOC, harga dan lama waktu dapat diperoleh misalnya :

harga per KLOC (seribu baris kode)

kesalahan per KLOC

 

Cara ini kurang diterima secara universal karena pengunaan LOC untuk kunci ukuran bergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan.

b. Pengukuran berdasarkan fungsi (Function Point – FP)

Function point ditentukan berdasarkan bagian-bagian software yang bisa dihitung seperti

Jumlah input dari pengguna

Jumlah output untuk pengguna

Jumlah user inquiry: inquiry didefinisikan sebagai online input yang menghasilkan respon langsung dari software dalam bentuk online output

Jumlah file: baik file yang terpisah dari database, atau bagian dari file

Jumlah external interface: misalnya data file pada storage media yang digunakan untuk mengirimkan informasi ke sistem lain.

Yang Kurang jelas dalam proses ini dan kurand detil adalah bagaimana menentukan berat (weight).

 

 

c. Ukuran untuk organisasi kecil (DRE = Defect Removal efficiency)

Untuk organisasi yang kecil mungkin bisa menggunakan ukuran seperti :

Waktu (hari atau jam) mulai dari permintaan/request samai evaluasi lengkap

· T queue

Usaha (personel-waktu) untuk melakukan evaluasi

· W eval

Waktu (jam atau hari) dari selesainya evaluasi sampai penugasan lain ke personel

· T eval

Usaha (personel – jam) yang dibutuhkan untuk membuat perubahan

· W change

Waktu (jam atau hari ) untuk melakukan perubahan,

· T change

Kesalahan yang terjadi selama pengerjaan untuk melakukan perubahan

· E change

Cacat yang terjadi setelah perubahan diserahkan ke klien

· D change

·

Setelah ukuran-ukuran tersebut dikumpulkan bisa beberapa hal bisa dihitung seperti total waktu dari permintaan perubahan sampai implementasi dari perubahan. Persentase usaha yang dibutuhkan untuk evvaluasi dan implementasi bisa ditetapkan. Defect Removal

Effiency (DRE) bisa dihitung

dengan: DRE = E change / (E change + D change ).

 

 

 

Kebijakan dan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak

Suatu Perangkat Lunak dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan Perangkat Lunak tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Kebijakan Sistem

Kebijakan untuk mengembangkan Perangkat Lunak dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)

Perencanaan Sistem

Perencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan- kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. Perencanaan sistem terdiri dari :

perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang (periode sampai 5 tahun).

Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem, departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data.

Proses Perencanaan Sistem

Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses utama, yaitu :

1. Merencanakan proyek-proyek sistem

Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :

Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan

Mengidentifikasi proyek-proyek sistem

Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem

Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu,

umur ekonomis, peraturan yang berlaku)

Menetukan prioritas proyek-proyek sistem

Membuat laporan perencanaan sistem

Meminta persetujuan manajemen

2. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan

Persiapan ini meliputi :

Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan)

Mengumumkan proyek pengembangan sistem

3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan

Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan. Tahapan yang dilakukan yaitu :

Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem

Melakukan studi kelayakan

Menilai kelayakan proyek sistem

Membuat usulan proyek sistem

Meminta persetujuan manajemen

Perkiraan Proyek Perangkat Lunak

Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. Perkiraan biaya Perangkat Lunak dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat, karena banyak variabel (manusia, teknikal, lingkungan) yang mempengaruhinya.

Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan, digunakan

pilihan sebagai berikut :

Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek

Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama

Menggunakan teknik dekomposis

Menggunakan satu atau lebih model empiris

Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian yang paling sulit, untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang diperlukan.

 

Penjadwalan tugas-tugas (kegiatan) dapat menggunakan :

1. Grafik Gantt

Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas (kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif tugas-tugas yang dikerjakan.

 

2. Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques)

Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah dijalankan.

Diagram PERT lebih baik dari Gantt, karena :

– Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas

– Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis

 

– Mudah menentukan waktu kendur

 

 

Langkah Penyelesaian PERT dan CPM

Definisikan proyek dan semua aktifitas atau tugas yang berhubungan dengan penyelesaian proyek tersebut

Kembangkan hubungan antar aktivitas tersebut. Tentukan aktivitas mana yang lebih dulu diselesaikan kemudian aktivitas lanjutannya

Gambarkan jaringan yang menghubungkan semua aktivitas tersebut

Tentukan estimasi waktu dan/atau biaya untuk setiap aktivitas

Hitung jalur yang memiliki waktu terlama/terpanjang. Jalur ini biasa disebut dengan jalur kritis

Gunakan jaringan ini untuk membantu perencanaan, skeduling, menitoring, dan mengontrol proyek tersebut

3. Penjadwalan proyek berbasis komputer

menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan. Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project, Symantec’s Timeline dan Computer

Associates’ CA-Super Project.

 

 

Manajemen Permasalahan (Problem Management)

Pada proses ini dilakukan analisa terhadap sistem yang ada, tanpa memperhatikan apakah sistem tersebut menggunakan teknologi informasi atau tidak. Dengan mempelajari sistem yang ada dan menganalisa temuan-temuan yang diperoleh maka akan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada team mengenai permasalahan yang memicu adanya proyek ini. Hal penting yang harus diperhatikan analis sistem bahwa keuntungan yang diperoleh dari pemecahan sistem ini harus melebihi biaya yang dibutuhkan untuk membangun sistem. Partisipan yang terlibat pada tahap ini meliputi Pemilik sistem, Pengguna sistem Sistem user), Manajer proyek, dan Analis sistem.

Dokumen yang dihasilkan pada tahap ini adalah system improvement objectives yang diperoleh setelah memahami proses bisnis. Dokumen ini menjelaskan kriteria bisnis dimana sistem baru yang dibangun ini akan dievaluasi, bukan menjelaskan input, output, atau proses dari sistem tersebut. Misalnya, besarnya pengurangan waktu proses antar bagian. Sasaran-sasaran peningkatan yang akan dihasilkan oleh sistem disampaikan kepada Pemilik maupun pengguna sistem tertulis maupun lisan. Dokumentasi sistem yang ada (sering disebut ‘as-is business model’) biasa disertai gambaran ketidakefisienan, bottleneck, atau permasalahan lain yang terkait dengan proses bisnis.

Pemilik sistem setelah mereview hasil-hasil temuan bisa jadi menerima atau menolak sasaran peningkatan sistem yang direkomendasikan. Sehingga, akhir dari tahap ini adalah salah satu dari hal-hal berikut :

Proyek dibatalkan jika permasalahan dianggap kurang bernilai untuk

Dipecahkan.

Proyek disetujui untuk dilajutkan pada tahap berikutnya.

Cakupan proyek dikurangi atau ditambah (dengan perubahan

Anggaran dan jadwal) dan proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.

0 Responses to “Konsep Manajemen Proyek, oleh M. Azis Effendi [5105 100 012]”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS My Blog

  • Pindahan! Februari 13, 2012
    Para pembaca sekalian, mulai hari ini blog ini pindah ya.. alamatnya di www.handyeka.com Posting-posting terbaru akan muncul di alamat baru tersebut. Terima kasih :)
  • Selamat Tahun Baru 2012! Januari 26, 2012
    Selamat tahun baru 2012!! Bagaimana tahun 2011 yang baru saja kita lewati ini? pasti banyak up-and-down nya. Biasanya orang kalau ngomongin tahun baru mesti nanyain resolusi tahun baru, tapi kali ini saya ga mau nanya-nanya tentang resolusi, hahaha.. kenapa? karena … Continue reading →
  • Adele – Someone Like You Oktober 10, 2011
    Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta.. namun pada akhirnya Anda hanya bisa mengagumi dia yang Anda cinta karena Anda berdua sayangnya tidak bisa bersatu.. namun ia akhirnya bisa bahagia.. meskipun bukan bersama Anda.. Sakit.. dan penuh emosi jiwa pastinya.. tapi apakah … Continue reading →

RSS Recipee World

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Indonesia Travel Guide

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Music Info Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: