Design Methods, oleh Mubdi Nur Hafidh [5105 100 086]

Apa itu desain?
Desain telah didefinisikan sebagai suatu multistep process yang merepresentasikan struktur data, struktur program, karakteristik interface, dan procedural detail yang berasal dari requirement informasi.

Data Design

Desain data merupakan hal yang pertama (dan yang terpenting) dari empat kegiatan desain yang terjadi selama software engineering. Dampak dari struktur data pada struktur program procedural kasus desain data memiliki pengarauh pada kualitas software.

Proses desain data
Kegiatan utama dari desain data ialah untuk memilih representasi secara logic dari objek data (data struktur) yang diidetifikasi selama definisi requirement dan fase spesifikasi.
Proses yang dipilih dapat melibatkan analisa algoritma dari struktur alternatif untuk menentukan desain yang paling efisien atau hanya melibatkan penggunaan sekumpulan modul (package) yang memberikan operasi sesuai dengan yang diinginkan terhadap representasi dari beberapa objek.

Realsi penting selama kegiatan desain ialah mengidentifikasi modul program yang harus dioperasikan secara langsung logic struktur data.

Prinsip untuk spesifikasi data:
1.    Menerapkan prinsip analisa sistematis pada fungsi dan sifat harus diterapkan data.
2.    Semua struktur data dan operasi-operasi yang akan dijalankan masing-masing harus diidentifikasi.
3.    Sebuah data dictionary harus dibangun dan digunakan untuk mendefinisikan data dan desain program.
4.    Keputusan low-level data design harus dibedakan sampai dengan akhir proses desain.
5.    Representasi struktur data harus diketahui hanya oleh modul yang menggunakan secara langsung data yang terkandung dalam struktur.
6.    Sebuah library struktur data yang berguna  dan opeerasi yang dapat ditereapkan pada struktur data harus dikembangkan.
7.    Sebuah desain software dan bahasa pemrograman  harus mendukung spesifikasi dan realisasi dari tipe data abstrak.

Architectural Design

Tujuan utama dari desain arsitektur ialah untuk mengembangkan sebuah struktur modular program dan merepresentasikan hubungan control antar modul.

Contributors

Desain arsitektur (dan desain software biasanya) memiliki origin pada awal konsep desain yang menekan modularity, top-down desain, dan pemrograman terstruktur.

Area of Application
Tiap design method software memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu factor penting dalam design method ialah breadth of application yang dapat diterapkan. Karena semua software dapat direpresentasikan oleh diagram data flow, sebuah design method yang menggunakan diagram dapat secara teori diterapkan di semua software development. Sebuah data flow yang berorientasi pada desain biasanya berguna saat informasi diproses secara sekuensial dan adanya hirarki struktur data yang tidak formal,conothnya mikroprosesor kontrol.

The Architectural Design Process

Perubahan dari information flow ke structure diselesaikan dengan lima tahap proses:
1.    Tipe infromasi dibangun
2.    Flow boundaries diindikasikan
3.    DFD dipetakan kedalam struktur program
4.    Hirarki control didefinisikan oleh factoring
5.    Resultant structure didefinisikan menggunakan measurees dan heuristics.

Pemetaan pada langkah ke-3 punya dua tipe flow:

Transform flow
Dalam fundamental system model( level 0 data flow diagram), informasi harus masuk dan keluar software  dalam bentuk sebuah external world. Contoh, tipe data pada keyboard. Sehingga eksternal dat harus dikonversi ke bentuk internal.

Transaction flow
Transaction flow dikarakterisasi oleh data yang bergerak bersama incoming path yang mengkonversi informasi eksternal world ke dalam transaction. Transacton  dievaluasi , dan berdasarkan nilainya, mengalir bersama satu dari sekian banyaknya action path yang dinisialkan.

Transform Mapping
Transform mapping merupakan sekumpulan langkah-langkah desain yang memungkinkan DFD dengan karakteristik transform flow dipetakan ke dalam sebuah predifined templae untuk struktur program. Dalam bagian transform ini mapping digambarkan dengan menerapkan design steps pada sebuah example system.

Design step-nya:
1.    Review fundamental system model
2.    Review dan refine diagram data flow software
3.    Menetukan apakah DFD memiliki karakteristik transform atau transaction flow
4.    Mengisolasi transform center dengan menspesifikasikan batasan incomin dan outgoing
5.    Melakukan first-level factoring. Yaitu dengan merepresentasikan struktur program dengan kontrol secara top-down distribution. Dan hasil factoring yang berupa top-level modul melakukan decision making, mid-level modul melakukan beberapa kontrol dan me-moderate sejumlah tugas, low-level modul melakukan input, komputasi, dan output.
6.    Melakukan second-level factoring. Yaitu dicapai dengan mapping individual transform (bubbles) sebuah DFD pada modul yang sesuai dalam struktur program.
7.    Refine first iteration struktur program menggunakan desain heuristics untuk meningkatkan kualitas software.

Tujuan menjalankan tujuh langkah tersebut ialah untuk mengembangkan representasi software secara global.

Transaction Mapping

Di banyak software aplikasi, sebuah singgle data item mentrigger satu atau beberapa information flow yang menyebabkan sebuah fungsi diimplied karena mentrigger data item(transaction).

Design step-nya:
1.    Review fundamental system model
2.    Refiew and refine data flow diagram for the software
3.    Determine whether the DFD has transform or transactin flow characteristics
4.    Identify the transaction center and the flow characteristics along each of action paths
5.    Map the DFD in a program structure amenable to transaction processing
6.    Factor and refine the transaction structure and the structure of each action path
7.    Refine the first iteration program structure using design heuristics for improved software quality

Design Postprocessing

Aplikasi yang sukses melakukan transform atau transaction mapping dibantu oleh tambahan dokumentsi yang dibutuhkan sebagai bagian dari desain arsitektur. Setelah struktur dikembangkan dan di refine, beberapa tugas harus diselesaikan:
–    Aprocessing narrative must be developed for each module
–    An interface description is provided for each module
–    Local and global data structures are defined
–    All design restrictions/limitations are noted
–    A design review is conducted
–    “Optimization” is considered (if required and justified)

Architectural Design Optimization

Aplikasi performance-critical perlu untuk dioptimize selama design iterasi, dan kemungkinan selama coding.
Pendekatan untuk performance-critical software:
1.    Develop and refine program structure without concern for performance-critical optimization.
2.    Use case tool that simulate run-time performance toisolate area inefficientcy.
3.    During later design iterations, select modules that are suspect “time hogs” and carefully develop procedures (algorithms) for time efficiency.
4.    Code in an appropriate programming language.
5.    Instrument the software to isolate module that account for heavy processor utilization.
6.    If necessary, redesign or recode in machine dependent language to improve efficincy.

Interface Design

Interface design terfokus pada tiga area yaitu:
1.    design interface antar software module.
2.    design interface antara software dan prosedur nonhuman serta informasi customer.
3.    design interface antara manusia (user) dan komputer.

Internal dan eksternal interface design
Internal program interface, kadang disebut intermodular interface design, berasal dari data yang harusnya mengalir antara module dan karakteristik bahasa pemrograman yang softwarenya diimplementasikan.
Eksternal interface muali dengan sebuah evaluasi setiap eksternal entity yang direpresentasi dalam DFD analysis model. Data dan kontrol requirement eksternal entity ditentukan dan eksternal interface didesain.

Internal dan Eksternal interface harus dipasangkan dengan validasi data dan algoritma error handling  dalam sebuah modul. Karena efek samping propagasi melalui program interface, Hal ini penting untuk mengecek semua data yang mengalir dari modul ke modul (atau ke dunia luar) untuk memastikan data conform ke bounds dibangun sewaktu requirement analysis.

User Interface design

Tujuan dibuatnya user interface sebenarnya untuk mempermudah user menjalankan system. Akan tetapi kadang kita dibuat pusing dengan interface yang ada sehingga bukanya malah mempermudah penggunaan sistem tersebut.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sistem:
Siapa usernya?, bagaimana user mempelajari untuk berinteraksi dengan sistem komputer yang baru?, Bagaimana cara user menginterpretasikan informasi yang dibuat system?, Apa yang diharapkan user dari system?.

Human-Computer Interface Design

Semua proses untuk mendesain user interface dimuali dengan pembuatan berbagai model fungsi sistem. Tugas dari human-computer interface dibutuhkan untuk mencapai fungsi system .

Interface design models

Empat model yang berbeda akan dijalankan saat HCI didesain. Model-model yang berbeda ini akan diatur oleh interface designer dan merepresentasikan interfacenya.

Design model terdiri dari seluruh system incorporate data, architectural, interface, dan procedural representations software.

User model terdiri dari profile end user system. Untuk membuat user interface yang efektif harus disesuaikan dengan kategori user.
Kategori user :
–    novice, tidak mengetahui syntax system dan sedikit pengetahuan mengenai applikasi atau penggunaan komputer secara umum.
–    Knowleagable, intermittent user, memiliki pengetahuan tentang applikasi, tetapi relatif kurang mengerti syntax informasi yang diperlukan untuk menggunakan interface.
–    Knowleagable, frequent user, memiliki pengetahuan tentang applikasai dan syntax yang baik yang sering mengarah pada ”power-user syndrome,”.

System prception (user’s model) merupakan gambaran system yang dipikirkan oleh end user. Tingkat akurasi dari deskripsi akan bergantung pada profile user dan kebiasaan user dalam menjalankan aplikasi.

System image memasangkan manifestasi sistem komputer, dengan semua informasi pendukung ysng menggambarkan syntax system dan aplikasinya.

Task analysis dan modeling

Task analisis dan modeling dapat diterapkan untuk memahami tugas yang sedang dijalankan dan memetakannya kedalam kumpulan tugas yang sama yang diimplementasikan dalam context HCI.

Langhkah awal dalam proses desain interface dapat dicapai dengan pendekatan berikut :
1.    Membuat maksud dan tujuan dari tugas.
2.    Memetakan tujuan/maksud dalam kegiatan yang spesifik.
3.    Menspesifikasi kegiatan seperti akan dieksekusi pada level interface.
4.    Mengindikasi system state
5.    Mendefinisikan mekanisme kontrol
6.    Mennunjukkan cara mekanisme kontrol mempengaruhi system state
7.    Mengindikasi bagai mana user meng interpretasi state dari system dari informasi yang didapat melalui interface.

Design Issues

Apabila desain dari interface berubah maka ada beberapa bagian yang akan selalu muncul, yaitu: system response time, user help facilities, error information handling, dan command labeling.

System response time memiliki dua karakteristik: lenght dan variability.
Jika lenght –nya terlalu lama dapat menyebabkan user tidak dapat bekerja dengan cepat.
Variability disini itu deviasi dari rata-rata response time.

Help facility punya dua tipe : integrated dan addon.
Integrated help facility didesain kedalam software dari awal pembuaatan software itu sendiri, sedangkan addon merupakan tambahan yang dimasukkan kedalam software setelah software selesai dibuat.

Biasanya error message memiliki karakteristik,yaitu:
–    The message should describe the problem in jargon that the user can understand.
–    The message should provide constructive advice for recovering from the error.
–    The message should indicate any negative consequences of the error so that the user can check to ensure that they have not occurred.
–    The message should be accompanied by an audible or visual cue.
–    The message should be “nonjudgmental.”

Mengetik command (printah) merupakan cara berinteraksi antara user dan system software dan biasa digunakan berbagai tipe aplikasi.
Dengan bertambahnya jumlah applikasi dibuatlah command macro facility yang memungkinkan user menyimpan command-command dalam definisi nama yang ditentukan user.

Design evaluation

Setelah prototype user interface selesai dibuat, maka perlu dilakukan suatu evaluasi untuk mengetahui apakah telah sesuai dengan yang dibutuhkan user.
Yang perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi:
1.    The length and complexity of the written specification of the system and its interface provide an indication of the amount of learning required by user of the system.
2.    The number of commands or actions specified and the average number of argument per command or individual operations per action provide an indication of iteraction time and the overall efficincy of the system.
3.    the number of action, commands, and system states indicated by design the memory load on users of the system.
4.    Interface style, help facilities, and error handling protocols provide a general indication of the complexity of the interface and the degree to which it will be accepted by the user.

General interaction

Beberapa focus dalam general interaction:
Ø    Be consistent
Ø    Offer meaningful feedback
Ø    Ask for verification of any non trivial destructive action
Ø    Permit easy reversal of most actions
Ø    Reduce the amount of information that must be memorizedbetween actions
Ø    Seek efficiency in dialog, motion and thought
Ø    Forgive mistake
Ø    Categorize activities by function and organize screen geography accordingly
Ø    Provide help facilities that are context sensitive

Information display

Beberapa focus dalam information display:
Ø    Display only that information that is relevant to the current context.
Ø    Don’t bury the user with data, use the presentationformat that enebles rapid assimilation of information
Ø    Use consistent label, standard abbreviations, and predictable colors
Ø    Allow the user maintain visual context
Ø    Produce meaningful error message
Ø    Use upper and lower case, indentation, and text grouping to aid in understanding.
Ø    Use windows to compartementalize different types of information
Ø    Use “analog” display to represent information that is more easily assimilated with thie form of representation
Ø    Consider the available geography of the display screen and use it efficiently.

Data input

Beberapa focus dalam data input:

·    Minimize the number of input actions required of the user
·    Maintain consistency between information display and data input
·    Interaction should be flexible but also tuned to user’s preferred mode of input
·    Deactivate commands that are in appropriate in the context in of current actions
·    Let the user control the interactive flow
·    Provide help to assist with all input actions
·    Eliminate specify unit input

0 Responses to “Design Methods, oleh Mubdi Nur Hafidh [5105 100 086]”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Arsip

RSS My Blog

  • Pindahan! Februari 13, 2012
    Para pembaca sekalian, mulai hari ini blog ini pindah ya.. alamatnya di www.handyeka.com Posting-posting terbaru akan muncul di alamat baru tersebut. Terima kasih :)
  • Selamat Tahun Baru 2012! Januari 26, 2012
    Selamat tahun baru 2012!! Bagaimana tahun 2011 yang baru saja kita lewati ini? pasti banyak up-and-down nya. Biasanya orang kalau ngomongin tahun baru mesti nanyain resolusi tahun baru, tapi kali ini saya ga mau nanya-nanya tentang resolusi, hahaha.. kenapa? karena … Continue reading →
  • Adele – Someone Like You Oktober 10, 2011
    Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta.. namun pada akhirnya Anda hanya bisa mengagumi dia yang Anda cinta karena Anda berdua sayangnya tidak bisa bersatu.. namun ia akhirnya bisa bahagia.. meskipun bukan bersama Anda.. Sakit.. dan penuh emosi jiwa pastinya.. tapi apakah … Continue reading →

RSS Recipee World

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Indonesia Travel Guide

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Music Info Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: