Pengukuran Perangkat Lunak Menggunakan Metrik Size-Oriented dan Metrik Function Oriented, oleh Arif M [5105 100 139]

PENGANTAR:
Pengukuran adalah suatu hal pokok bagi disiplin perekayasaan(engineering), tidak terkecuali pada perekayasaan perangkat lunak atau software. Jangkauan luas pengukuran pada perangkat lunak komputer disebut metrik perangkat lunak.
Tujuan diterapkannya pengukuran pada proses perangkat lunak adalah untuk mengembangkan perangkat lunak itu sendiri dengan dasar yang kontinu.
Pengukuran software dalam konteks manajemen software difokuskan pada produktivitas dan metrik kualitas (pengukuran output perkembangan software sebagai fungsi usaha dan waktu yang diaplikasikan serta pengukuran “kesesuaian pemakaian” dari produk kerja yang dihasilkan).
Lanjutkan membaca ‘Pengukuran Perangkat Lunak Menggunakan Metrik Size-Oriented dan Metrik Function Oriented, oleh Arif M [5105 100 139]‘

Software Quality Assurance, oleh Rachmat T R [5104 100 043]

Pengertian Quality

IEEE Glossary: keadaan dimana sebuah sistem, komponen, atau proses sesuai dg (1)permintaan yang spesifik (2) permintaan atau kebutuhan konsumen atau penguna
ISO: fitur dan karakteristik dari produk atau jasa yang didalamnya tdr dari kecakapan utk kepuasan yang spesifik atau yang sesuai dengan permintaan

Kriteria2 Quality terdiri:
correctness
efficiency
flexibility
integrity
interoperability
maintainability
portability
reliability
reusability
testability
usability

Lanjutkan membaca ‘Software Quality Assurance, oleh Rachmat T R [5104 100 043]‘

Konsep dan Prinsip Desain, oleh Afwan B [5105 100 169]

Desain adalah langkah pertama dalam fase pengembangan bagi setiap produk atau sistem yang direkayasa. Desain dapat didefinisikan berbagai “proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya”[TAY59]. Tujuan desainer adalah untuk menghasilkan suatu model atau representasi dari entitas yang kemudian akan dibangun.

Desain Perangkat Lunak Dan Rekayasa Perangkat Lunak

Desain perangkat lunak berada pada inti teknik dari proses rekayasa perangkat lunak dan diaplikasikan tanpa memperhatikan model proses perangkat lunak yang digunakan. Begitu persyaratan perangkat lunak telah mulai dianalisis dan ditentukan, maka desain perangkat lunak menjadi yang pertama dari tiga aktivitas teknik – desain, pembuatan kode dan pengujian – yang diperlukan untuk membangun dan menguji perangkat lunak. Persyaratan perangkat lunak, yang dimanifestasi oleh data, fungsional, dan model-model perilaku, mengisi langkah desain. Dengan menggunakan satu dari sejumlah metode desain, langkah desain menghasilkan
a. desain data
b. desain arsitektur
c. desain interface
d. desain prosedural
Lanjutkan membaca ‘Konsep dan Prinsip Desain, oleh Afwan B [5105 100 169]‘

Strategi Pengujian Software, oleh Ardi F [5105 100 118]

Sebuah strategi, untuk pengujian software mengintegrasikan metode desain kasus pengujian software kedalam langkah-langkah terencanaan yang tersusun rapi sehingga menghasilkan konstruksi software yang sukses. Yang terpenting adalah strategi pengujian software menyediakan jalan bagi software developer, organisasi penjamin kualitas dan pelanggan karena jalan ini mendeskripsikan langkah-langkah yang akan dipakai sebagai bagian dari pengujian yaitu ketika langkah-langkah ini direncanakan dan kemudian dijalankan lalu dapat diketahui berapa banyak usaha, waktu dan sumber daya yang akan diperlukan. Oleh karena itu, strategi pengujian manapun harus menyertakan perencanaan pengujian, desain kasus pengujian, pelaksanaan pengujian dan koleksi serta evaluasi data resultan.

Lanjutkan membaca ‘Strategi Pengujian Software, oleh Ardi F [5105 100 118]‘

Model dan Proses, oleh Rona F [5105 100 083]

Pendahuluan
Pemodelan dalam suatu rekayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa dalam perangkat lunak sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan suatu pemodelan. Namun hal itu tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak. Pemodelan delam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal dari rekayasa, dan pemodelan ini akan mempengaruhi perkerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Di dalam suatu industri dikenal berbagai macam proses, demikian juga halnya dengan industri perangkat lunak. Perbedaan proses yang digunakan akan menguraikan aktivitas-aktivitas proses dalam cara-cara yang berlainan. Perusahaan yang berbeda menggunakan proses yang berbeda untuk menghasilkan produk yang sama. Tipe produk yang berbeda mungkin dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan menggunakan proses yang berbeda. Namun beberapa proses lebih cocok dari lainnya untuk beberapa tipe aplikasi. Jika proses yang salah digunakan akan mengurangi kualitas kegunaan produk yang dikembangkan.
Modifikasi perangkat lunak biasanya lebih dari 60 % dari total biaya pembuatan perangkat lunak. Presentasi ini terus bertambah karena lebih banyak perangkat lunak dihasilkan dan dipelihara. Biaya yang beragam tergantung pada tipe sistem yang akan dikembangkan dan kebutuhan sistem seperti unjuk kerja dan kehandalan sistem. Distribusi biaya bergantung pada model pengembangan yang digunakan.
Proses memiliki atribut dan karakteristik sbb :
§ Understandability, yaitu sejauh mana proses secara eksplisit ditentukan dan bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti.
§ Visibility, yaitu apakah aktivitas-aktivitas proses mencapai titik akhir dalam hasil yang jelas sehingga kemajuan dari proses tersebut dapat terlihat nyata/jelas
§ Supportability, yaitu sejauh mana aktivitas proses dapat didukung oleh CASE
§ Acceptability, yaitu apakah proses yang telah ditentukan oleh insinyur dapat diterima dan digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan produk perangkat lunak
§ Reliability, yaitu apakah proses didesain sedikian rupa sehingga kesalahan proses dapat dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk.
§ Robustness, yaitu dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi masalah yang tak diduga
§ Maintainability, yaitu dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan atau perbaikan
§ Rapidity, yaitu bagaimana kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara lengkap memenuhi spesifikasi.
Lanjutkan membaca ‘Model dan Proses, oleh Rona F [5105 100 083]‘

Proses Perangkat Lunak & Metrik Proyek, oleh Dani K [5105 100 100]

A. PROSES PERANGKAT LUNAK

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan proses perangkat lunak. Tetapi, satu-satunya cara yang paling rasional untuk meningkatkan proses adalah dengan mengukur atribut tertentu dari proses, mengembangkan serangkaian metrik yang berarti berdasarkan atibut-atribut tersebut, dan kemudian metrik itu untuk memberikan indikator yang akan membawa kepada sebuah strategi pengembangan.

pl1.gif

Dalam gambar diatas, proses berada ditengah-tengah sebuah segitiga yang menghubungkan tiga faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas perangkat lunak dan untuk kerja organisasional. Ketrampilan dan motivasi yang diperlihatkan manusia merupakan satu-satunya faktor yang paling berpengaruh pada kualitas dan untuk kerja tim. Teknologi yang menghuni proses juga berpengaruh. Segitiga proses yang berada dalam lingkaran yang menggambarkan kondisi lingkungan yang menyangkut lingkungan pengembangan, kondisi bisnis dan karakteristik pelanggan.

Mengukur realibilitas proyek perangkat lunak secara tidak langsung yaitu mengambl serangkaian metrik berdasarkan keluaran yang diambil oleh proses. Kelauaran menyangkut pengukuran kesalahan yang ditemukan sebelum pelepasan perangkat lunak, cacat yang disampaikan dan dilaprokan oleh pemakai akhir, produk kerja yang dikirim, usaha manusia yang dilakukan, waktu kalender yang digunakan, konfirmasi jadwal, serta pengukuran yang lain.

Metrik proses perangkat lunak dapat memberikan sumbangan yang berarti sebagai sesuatu kerja organisasi untuk meningkatkan keseluruhan level kematangan proses. Akan tetapi, seperti semua metrik, dapat digunkaan dengan salah, menimbulkan banyak masalah daripada yang mereka selesaikan. Pada saat organisasi menjadi lebih nyaman dengan kumpulan dan manfaat metrik proses, derivasi dari indikator sederhana memberikan suatu cara kepada suatu pendekatan yang lebih teliti yang disebut statistical software process improvement (SPPI). Pada dasarnya SPPI menggunakan analisis kegagalan perangkat lunak untuk mengumpulkan informasi seputar semua kesalahan dan cacat yng terjadi pada sebuah aplikasi, sistem , atau produk dikembangkan atau dipakai.

B. METRIK PROYEK

Metrik proses perangkat lunak digunakan untuk tujuan strategis. Pengukuran proyek perangkat lunak bersifat taktis, yaitu bahwa metrik proyek dan indikator yang berasal dari pengukuran digunakan oleh manajer proyek dan tim perangkat lunak untuk mengadaptasi aliran kerja proyek dan aktivitas teknis.

Aplikasi pertama dari metrik proyek pada sebagian besar proyek perangkat lunak terjadi selama perkiraan. Metrik yang dikumpulkan dari proyek yang terdahulu digunakan sebagai dasar untuk kerja perangkat lunak saat ini. Selagi sebuah proyek berjalan, pengukuran usaha dan waktu kalender yang digunakan dibandingkan dengan perkiraan awal. Manajer proyek menggunakan data tersebut untuk memeonitor dan mengkontrol kemajuan.

Pada saat kerja teknis dimulai, metrik proyek mulai memiliki arti. Nilai produksi yang disajikan dalam bentuk halaman dokumntasi, jam kajian, titik fungsi, dan deretan sumber yang disampaikan diukur, dan kesalahan selama masing-masing tugas kerja rekayasa perangkat lunak kemudian ditelusuri. Selagi perangkat lunak berjalan dari spesifikasi ke perancangan, metrik teknik dikumpulkan untuk memikirkan kualitas disain serta memberikan indikator yang akan mempengaruhi pendekatan yang akan diambil untuk memunculkan kode dan modul serta pengujian integrasi.

Metrik proyek mempunyai tujuan ganda. Pertama metrik tersebut digunakan untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah dan resiko potensial. Kedua, metrik proyek ini dipakai untuk memperkirakan kualitas produk pada basis yang berlaku dan, bila dibutuhkan, memodifikasi pendekatan teknis untuk meningkatakan kualitas.

Model yang lain dari metrik proyek mengusulkan bahwa setiap proyek seharusnya mengukur :
a. input (pengukuran sumber daya seperti manusia, lingkungan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan)
b. output (pengukuran kemampuan penyampaian atau produk kerja yang diciptakan selama proses rekayasa perangkat lunak)
c. hasil (pengukuran yang menunjukkan efektifitas kemampuan penyampaian)

Macam-macam Metrik:
a. Metrik Size-Oriented
Ditarik dengan normalisasi kualitas dan atau pengukuran produktivitas dengan mempertimbangkan “ukuran” perangkat lunak yang dihasilkan.

b. Metrik Function-Oriented
Menggunakan sebuah pengukuran fungsionalis yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Karena fungsionalitas tidak dapat diukur langsung, maka fungsionalitas harus ditarik secara tidak langsung dengan menggunakan pengukuran langsung yang lain.

c. Metrik Function-Oriented Yang Diperluas
Sama seperti Metrik Function point secara orisinil, hanya saja dilakukan penyempurnaan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Kualitas perangkat lunak
Lebih dari dua dekade lalu, McCall dan Cavano menetapkan sekumpulan faktor kualitas yang merupakan langkah pertama dalam mengembangkan metrik-metrik untuk kualitas perangkat lunak dari 3 sudut pandang berbeda, antara lain:
(1) operasi produk
(2) revisi produk
(3) transisi produk

Mengukur Kualitas
a.) Cara Yang Benar. Program harus beroprasi dengan benar atau program itu memberikan sedikit saja nilai bagi pemakainya. Tingkat dimana perangkat lunak melakukan fungsi yang ditentukan.
b.) Maintanabilitas. Kemudahan dimana program itu dapat dikoreksi jika ditemukan kesalahan, diadaptasi jika lingkungan berubah, atau diperkuat jika pelanggan menginginkan perubahan kebutuhan.
c.) Integritas. Mengukur kemampuan sistem untuk menahan serangan terhadap sekuritasnya.
d.) Usabilitas. Usaha untuk mengukur userfriendliness dan dapat diukur dalam empat karakteristik:
(1) keterampilan fisik dan atau intelektual untuk mempelajari sistem.
(2) waktu yang diperlukan untuk menjadi cukup efisien dalam menggunakan sistem.
(3) peningkatan bersih dalam produktifitas yang diukur ketika sistem digunakan oleh seseorang yang cukup efisien.
(4) penilaian subyektif dari sikap pemakai terhadap sistem.

Perencanaan Proyek Perangkat Lunak, oleh Mizar [5105 100 067]

Pendahuluan

Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan beberapa aktivitas yang secara kolektif disebut dengan project planning (perencanaan proyek). Aktivitas ini dimulai dengan estimasi, yang merupakan gambaran dimana kita melihat masa depan serta menerima tingkat ketidakpastian sebagai bahan pembicaraan. Perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak.

5.1 OBSERVASI PADA ESTIMASI

Estimasi yang diperlukan dalam perancangan proyek perangkat lunak di antaranya adalah sumber daya, biaya, dan jadwal sebagai usaha dalam pengembangan perangkat lunak, mengakses informasi historis yang baik, dan keberanian untuk melakukan pengukuran kuantitatif bila hanya data kualitatif saja yang ada. Berikut adalah yang menimbulkan ketidakpastian dalam estimasi :

- Project complexity (kompleksitas proyek) berpengaruh kuat terhadap ketidakpastian yang inheren dalam perencanaan. Komplekitas ini merupakan pengukuran relatif yang dipengaruhi oleh kebiasaan dengan usaha yang dilakukan sebelumnya.
- Project size (Ukuran proyek) Merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi akurasi estimasi. Bila ukuran bertambah maka ketergantungan di antara berbagai elemen perangkat lunak akan meningkat dengan cepat.
- Structural uncertainty (Ketidakpastian struktural) Tingkat ketidakpastian strutural juga berpengaruh dalam risiko estimasi. Dengan melihat kembali, kita dapat mengingat lagi hal-hal yang terjadi dan dapat menghindari tempat-tempat dimana masalah muncul.

Risiko diukur melalui tingkat ketidakpastian pada estimasi kuantitatif yang dibuat untuk sumber daya, biaya, dan jadwal.Bila ruang lingkup proyek atau syarat proyek tidak dipahami dengan baik, maka risiko dan ketidakpastian menjadi sangat tinggi.
Perencana perangkat lunak harus melengkapi fungsi, kinerja, dan definisi interface(yang diisikan ke dalam spesifikasi sistem). Pendekatan-pendekatan rekayasa perangkat lunak modern (seperti model proses evolusioner) memakai pandangan pengembangan yang interaktif. Dengan pandangan semacam ini dimungkinkan untuk melihat estimasi dan merevisinya bila customer mengubah kebutuhannya.

5.2 TUJUAN PERENCANAAN PROYEK

Tujuan perencanaan proyek perangkat lunak adalah untuk menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuat estimasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai sumber daya, biaya dan jadwal. Tujuan perencanaan dicapai melalui suatu proses penemuan informasi yang menunjuk ke estimasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
5.3 RUANG LINGKUP PERANGKAT LUNAK

Penentuan ruang lingkup perangkat lunak merupakan aktivitas pertama dalam perencanaan proyek perangkat lunak. Ruang lingkup perangkat lunak menggabarkan fungsi, kinerja, batasan, interface dan reliabilitas. Fungsi yang digambarkan dalam statmen ruang lingkup dievaluasi dan disaring untuk memberikan awalan yang lebih detail pada saat estimasi dimulai. Pertimbangan kinerja melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon. Batasan ini mengidentifikasi dari batas yang ditempatkan pada perangkat lunak oleh perangkat keras eksternal, memori, atau sistem informasi yang ada.

Lanjutkan membaca ‘Perencanaan Proyek Perangkat Lunak, oleh Mizar [5105 100 067]‘


Arsip

RSS My Blog

  • Pindahan! Februari 13, 2012
    Para pembaca sekalian, mulai hari ini blog ini pindah ya.. alamatnya di www.handyeka.com Posting-posting terbaru akan muncul di alamat baru tersebut. Terima kasih
  • Selamat Tahun Baru 2012! Januari 26, 2012
    Selamat tahun baru 2012!! Bagaimana tahun 2011 yang baru saja kita lewati ini? pasti banyak up-and-down nya. Biasanya orang kalau ngomongin tahun baru mesti nanyain resolusi tahun baru, tapi kali ini saya ga mau nanya-nanya tentang resolusi, hahaha.. kenapa? karena … Continue reading →
  • Adele – Someone Like You Oktober 10, 2011
    Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta.. namun pada akhirnya Anda hanya bisa mengagumi dia yang Anda cinta karena Anda berdua sayangnya tidak bisa bersatu.. namun ia akhirnya bisa bahagia.. meskipun bukan bersama Anda.. Sakit.. dan penuh emosi jiwa pastinya.. tapi apakah … Continue reading →

RSS Recipee World

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Indonesia Travel Guide

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Music Info Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.